Bupati dan Harga Gabah

Pernah suatu ketika waktu saya pulang kampung, bertemu dengan teman lama, yang sayang sama kampungnya atau ndak ada pilihan lain, seorang petani full timer alias petani sejati. Dia kelihatan lesuh sekali, hasil panen berlimpah seharusnya dia bahagia dan bangga, karena jerih payah yang bercucuran keringat, yang ditunggu selama 3 bulan telah membuahkan hasil yang maksimal, tapi dari raut wajahnya yang lebih tua dari umurnya karena tergerus sinar matahari memperlihatkan kalau dia, sipetani sejati, sangat sedang kecewa karena harga gabah yang murah. 

Dalam kalkulasinya yang sangat sederhana yang dia hitung mulai dari upah untuk mengelolah sawah, ditambah sewah lahan, dan beli pupuk serta pestisida,ternyata lebih besar biaya produksinya dari pada harga jualnya, sangat menyedihkan sekali. Kita kembali bertanya, Siapakah yang bertanggung jawab akan hal ini? Dalam hukum investasi di sektor ekonomi modern ada yang dinamakan jaminan investasi, dimana para investor dijamin investasinya akan menguntungkan terutama pada sektor publik. Apakah pertaniaan bukan sektor publik? Saya kira semua orang akan tahu bahwa pertaniaan kalau boleh dikatakan adalah satu-satunya sektor yang sangat publik, yang sangat berhubungan dengan hajat hidup orang banyak, namun apa hendak dikata, sampai saat ini tidak ada jaminan bagi petani bahwa harga gabahnya akan dibeli diatas ongkos produksi, gak ada subsidi yang diberikan oleh pemerintah untuk pembeliaan gabah petani seperti yang diberikan pada BBM dan listrik yang banyak dinikmati oleh orang-orang kaya. Apakah ini yang dinamakan ekonomi Pancasila? Tentu tidak, yang salah adalah para pemegang kekuasaan dan para pengambil keputusan yang tidak peduli pada para petani yang memberi mereka makan tiga kali sehari.

Seharusnya Bupati sebagai pemimpin tertinggi di daerah, raja kecil yang dilindungi undang-undang selama 5 tahun, memikirkan dengan serius rakyat miskin yang menjadi pemilih dan pendukung terbesarnya. Dan alangkah baiknya bila para calon bupati atau bupati 5 tahun ke depan punya rumus yang sahih tentang ongkos produksi pertanian dan mempunyai tetapan harga terendah yang memberikan margin keuntungan untuk para petani, setidaknya untuk bisa bertahan hidup dan alangkah baiknya mereka bisa bertumbuh dan berkembang dari margin yang diberikan.

Berikan penghormatan pada petani dengan memberikan mereka peluang untuk sejahtera walaupun mereka hanya petani kecil. 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *