Revolusi dalam Hati

Untuk nengubah negeri ini menjadi negara maju tidak membutuhkan banyak orang, yang diperlukan cuma orang kreatif yang sedikit keras hati dan sangat keras kepala. Napoleon bisa mengubah Perancis, Hitler berhasil mengubah wajah Jerman, dan Muhammad telah mengubah wajah dunia. Dari ketiga tokoh tersebut tak satupun berasal dari kaum tua yang sudah mapan. Negara ini harus dipimpin oleh kaum muda yang tidak punya kedudukan, tidak punya harta, tidak punya nama besar keluarga, tapi anak muda yang punya mimpi melihat jauh ke depan 10 tahun…20 tahun…bahkan 100 tahun ke depan. 

Orang tua yang sudah mapan, banyak uang, mantan penjabat, biasanya keras kepala, selalu merasa hebat, tidak mau dikritik, muka tembok kepala badak, padahal pengetahuannya tidak pernah di-update, suka meremehkan anak muda yang punya ide yang sedikit aneh, tapi sangat nyata dan applicable. Sudah saatnya anak muda melakukan revolusi dalam hati menentukan pilihan bukan berdasarkan kesukuan, bukan berdasarkan kedaerahan, bukan berdasarkan kekeluargaan. 

Kita sangat menghormati orang tua yang elegant, mendorong anak muda untuk maju ke depan, memberi semangat untuk maju memimpin, menyokong anak muda yang kepayahan, membiarkan anak muda jadi sopir sedangkan dia duduk di samping sembari memberikan arahan berdasarkan pengalamannya, sehingga anak muda tidak mengulang kesalahan yang sama, dan menjadi anak muda yang lebih efektif dan efisien.

Anak muda harus berani maju, tidak perlu menunggu mapan, hampir semua rasul yang ada berasal dari ketiadaan, kemapanan membuat orang tidak kreatif, bahkan malah cenderung merendahkan orang lain yang belum mapan, walaupun kadang-kadang kemapanan itu diperoleh dari hasil korupsi tapi tetap saja mereka merasa lebih pintar dari orang lain, padahal kalau dia berkaca agak lama di cermin akan melihat dirinya yang compang camping karena tidak satupun miliknya kecuali harta rampasan.

Anak muda yang masih murni, masih punya idealisme, belum begitu banyak terkontaminasi hedonisme hasil korupsi, sangat ideal untuk memimpin negeri ini…hari ini yang perlu kita lakukan adalah revolusi dalam hati…mencoba mengoreksi diri, sejauh mana kita peduli sama negeri, mencoba membangun visi akan seperti apakah negeri ini dalam 100 tahun akan datang….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *