TARGET PRODUKSI SEORANG BUPATI

Dalam best practice bisnis dan industri bahwa perusahaan yang sehat itu adalah perusahaan yang mempunyai target produksi dan target ini harus selalu meningkat setiap tahunnya. Setiap peningkatan produksi perusahaan juga mempunyai target pemasaran, dan target ini linear dengan target produksi setiap tahunnya. Kedua target tersebut muncul didorong oleh target pendapatan perusahaan. Dari ketiga target ini muncul berapa tenaga kerja yang dibutuhkan, berapa bahan baku yang harus dipasok, dan sumber termurah dari bahan baku tersebut sehingga produknya bisa bersaing dengan produk yang sama dari kompetitor serta strategi untuk bisa memenuhi target-target tersebut.

Bila best practice ini dihubungan dengan kinerja bupati sepertinya mempunyai logika yang tidak jauh beda. Kabupaten mempunyai modal dari APBN/APBD, kabupaten juga mempunyai produk seperti padi (pertanian), ikan (kelautan), perkebunan, bahan tambang, pariwisata, pendidikan, perdaganga, perpakiran, pajak, dan banyak lagi, bervariasi tergantung daerahnya, dan pendukung faktor produksi ini adalah seluruh rakyat dari kabupaten tersebut baik yang berada di dalam maupun di luar daerah.

Di sini kita bisa melihat bahwa fungsi bupati tidak jauh beda dengan fungsi seorang Direktur Perusahan, yang diharapkan bisa menyampaikan target yang ingin dia wujudkan pada semua komponen masyarakat, sehingga ada sinergi yang dia pikirkan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat, dengan hasil akhir semangat kerjasama untuk kepentingan bersama dalam memenuhi kepentingan pribadi.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah best practice ini dijalankan dengan konsekuen oleh para penyelengara negara tersebut?????

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *